Senyuman terakhir bunda
Menjalani kehidupan bak raga tanpa nyawa.Hidup yang tak tau alur jalannya.Seakan telah menjadi cerita takdir.Setiap waktu dan kenangan yang terukir.
Gadis itu masih dibawah alam sadarnya.Tak bergeming dan masih setia dengan ingatan kala malaikat tak bersayap itu masih memberikan kehangatan dan kasih sayang.Namun,itu hanya tinggal kenangan yang tak dapat kembali.abadi tersimpan rapi di dalam kalbu.
“Bunda...aku ingin ikut,aku ingin bersama bunda,"ucap gadis itu dan terus berusaha menggapainya.Namun,semakin ia berusaha semakin jauh pula gapaian itu.
Wanita itu tersenyum”Tidak sayang."
“Masih banyak tujuan hidup kamu,kamu harus gapai itu.Bunda baik-baik aja disini dan bunda akan sangat bahagia jika kamu tidak seperti ini lagi yah,bangun sayang,"bujuk wanita dengan senyum tulusnya.
Gadis itu merekahkan tangannya meminta kehangatan itu detik ini.Berharap,ia dapat menggapainya.Ia masih bertanya pada sang pemilik-Nya jiwa ini.Mengapa ia merengut kehangatan itu mengambilnya secepat ini.Ia menangis tersedu-sedu untuk semuanya,semua yang terjadi saat ini.Tapi ia percaya mungkin ini skenario terbaik-Nya yang mungkin buruk dimata manusia .Namun,apa yang bisa dilakukannya seorang gadis 10 tahun selain meratapi dan menangisi apa yang terjadi.
“Kalau kamu rindu temui bunda disetiap sholatmu saat dihadapan tuhan,kalau ingin bicara berdoalah,doakan bunda Ins sya Allah doa anak shalihah pasti sampai,"pesannya dengan senyuman yang takluntur.Lalu ia memegang dadanya diikuti oleh gadis itu _.”Bunda selalu disitu,didalam hatimu selamanya.”_
“Coba lihat kebelakang,”tunjuk wanita itu.
“Lihat bibi,orang pertama yang marah saat ada yang membuatmu nangis,bahkan saat bunda kasar padamu ia pasti menegur bunda.”
“Lihat teman kamu,yang selalu berusaha menghiburmu membuatku tersenyum.Mereka sangat sedih melihatku seperti ini. kamu harus kuat,kalau kamu sedih bunda sedih juga,bangun nak,”harap wanita itu dengan tatapan sayangnya.Menatap untuk dikenangnya.sampai akhirnya senyuman itu hilang seiring seluruhnya.
“Bundaaaa bundaa!!!”teriak gadis itu saat bangun dari komanya dengan sisa tenaganya.
“Ayah,bibi,”gumamnya di pelukan hangat keduanya.”Maaf".
-------------------🍂🍂🍂---------------
Tulisan pertama
Jadi,maaf kalau banyak kesalahan :-)